RESUME MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Reizal
Rais Asshidqi
11170850000084
Prodi
Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
Judul Makalah
Konsep Keunggulan Kompetitif
Penyusun
Muhammad Farhan Aldiansyah, Zulfa Fauziyyah, Nur Agnessya Fithra Asmar,
Nadila Humaira dan Devi Dwi Sulastri.
Tempat dan Tanggal Resume
Depok, 18 Maret 2020
PENDAHULUAN
Kepemilikan keunggulan kompetitif merupakan salah satu hal yang tidak mudah untuk dicapai oleh perusahaan dalam lingkungan persaingan bisnis yang ketat dewasa ini. Perusahaan yang berskala besar maupun kecil memerlukan strategi kompetitif yang benar dan tepat agar nantinya berguna dalam menghadapi para kompetitornya. Perusahaan dapat mengembangkan strategi bersaing dengan cara mencari kesesuaian antara kekuatan-kekuatan internal perusahaan dan kekuatan-kekuatan eksternal perusahaan. Pengembangan strategi bersaing bertujuan agar perusahaan dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi internal dan eksternal hingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk atau jasa layanan sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan optimal dari sumber daya yang ada (Fitriadiet al, 2013).
B. Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) menurut O’Brien (2002) dikatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu sistem terpadu yang menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi. Tujuan SIM, yaitu:
1. Menyediakan
informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga
pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2. Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,
pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3. Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan. pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Keunggulan
kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan dimana keunggulannya
dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan perusahaan lainnya untuk
meningkatkan value (nilai) perusahaan baik dalam hal peningkatan laba maupun
citra perusahaan. Contoh perusahaan-perusahaan telekomunikasi berusaha untuk
mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara berkompetisi sesuai dengan
keunggulan yang dimilikinya.
Menurut
James O’Brien (2006: 43), Terdapat 5 Strategi dasar dalam bersaing menuju
keunggulan yang kompetitif :
a. Strategi
Biaya (Cost Leadership
Strategy), yaitu menjadikan produsen dengan biaya yang
rendah, memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan, menurunkan biaya
dari pemasok, atau meningkatkan biaya pesaing untuk tetap bertahan di industry.
b. Strategi
diferensiasi (Differentiation
Strategy), yaitu mengembangkan cara-cara untuk membedakan
produk/jasa yang dihasilkan perusahaan terhadap pesaing sehingga pelanggan
menggunakan produk/jasa karena adanya manfaat atau fitur yang unik.
c. Strategi
inovasi (Innovation Strategy),
yaitu memperkanalkan produk/jasa yang unik, atau membuat perubahan yang radikal
dalam proses bisnis yang menyebabkan perubahan-erubahan yang mendasar dalam
pengelolaan bisnis.
d. Strategi
pertumbuhan (Growth Strategies),
yaitu dengan mengembangkan kapasitas produksi secara signifikan, melakukan
ekspansi ke dalam pemasaran global, melakukan diversifikasi produk/jasa baru,
atau mengintegrasikan ke dalam produk/jasa yang terkait.
e. Strategi
aliansi (Alliance Strategies),
yaitu membentuk hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengan pelanggan,
pemasok, pesaing dan lain.
Selain 5 dasar strategi kompetitif, investasi
didalam teknologi informasi dapat mendukung perusahaan dalam bersaing, berikut
adalah gambaran peran teknologi informasi dan contoh penerapannya.
a. Penerapan teknologi informasi akan meminimalkan
biaya bisnis proses, baik dalam hubungannya dengan konsumen maupun
supplier.
b. Meningkatkan service / layanan yang diberikan kepada pelanggan.
c. Pemanfaatan teknologi informasi meminimalkan
pesaing.
d. Inovasi produk baru yang melibatkan teknologi
informasi sebagai komponennya.
e. Menciptakan pasar yang baru.
f. Meningkatkan kualitas dan efisiensi serta
mempersingkat waktu layanan pelanggan.
g. Menggunakan IT untuk pengembangan bisnis (business
development), mengatur bisnis secara regional dan global. Membangun sistem
informasi yang terhubung dengan internet dan extranet untuk support hubungan
bisnis dengan costumer, supplier, sub-kontraktor, dsb.
Menurut James O’Brien (2006: 44), terdapat gambaran
5 Strategi dasar dalam Penggunaan Teknologi Informasi:
Keunggulan kompetitif merupakan jantung dari
kinerja perusahaan dalam pasar yang kompettitf. Selain itu, keunggulan
kompetitif merupakan tentang bagaimana sebuah perusahaann benar-benar
menepatkan strategi-strategi ke dalam praktik (Porter, 1985).
Sistem informasi dapat mencapai keunggulan
kompetitif pada tiga tingkatan, yaitu:
a. Keunggulan strategis (strategic advantage), adalah
keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi
perusahaan.
b. Keunggulan taktis (tactical advantage), perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical
advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara
yang lebih baik dari para pesaingnya.
c. Keunggulan operasional (operational advantage), adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi
dan proses sehari-hari. Disinilah sistem informasi akan berinteraksi secara
langsung dengan proses.
Bagi banyak perusahaan, nilai bisnis utama mereka
untuk menjadi bisnis
yang berfokus pada pelanggan terletak pada kemampuan mereka untuk
mempertahankan pelanggan itu loyal, mengantisipasi kebutuhan masa
depan, menanggapi keprihatinan pelanggan, dan menyediakan
layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan.
layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan.
Fokus pada strategi nilai pelanggan diakui bahwa
kualitas, bukan harga, telah menjadi penentu utama dalam persepsi pelanggan
nilai. Dari sudut pandang pelanggan, perusahaan yang secara konsisten
menawarkan nilai terbaik mampu melacak preferensi setiap pelanggan, mengikuti
tren pasar, penyediaan produk, layanan dan informasi, kapan saja, di mana saja,
dan menyediakan layanan pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap
pelanggan.
Teknologi internet dapat membuat pelanggan menjadi
titik fokus dari manajemen hubungan pelanggan (CRM), e-bisnis dan aplikasi
lainnya. Sistem CRM, Internet, intranet dan extranet menciptakan
saluran baru untuk komunikasi interaktif dalam perusahaan dan pelanggan , dan
dengan pemasok , mitra bisnis dan lain-lain dalam lingkungan eksternal.
Rantai nilai (Value Chain) adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu
perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa (Porter, 1985). Menurut konsep
ini, kegiatan perusahaan dibagi menjadi dua bagian besar yaitu kegiatan utama (primary activities) dan kegiatan pendukung (support activities). Kegiatan utama dibagi menjadi lima, yaitu:
a. Logistik masuk (inbound logistic)
b. Manajemen Operasi (operations)
c. Logistik keluar (outbound logistic)
d. Pemasaran dan penjualan (marketing and sales)
e. Pelayanan (service)
Serta kegiatan
pendukung dibagi menjadi empat, yaitu:
a. Infrastruktur perusahaan (firm infrastructure)
b. Manajemen SDM (human resource)
c. Teknologi (technology)
d. Pengadaan (procurement)
Hammer dan Champy (1993) mengatakan bahwa Proses Ulang Rekayasa (Business Process
Reengineering) adalah pemikiran Ulang
yang mendasar dan rancangan ulang yang radikal dari suatu proses bisnis untik
mencapai perbaikan yang dramatis.
a. Teknis Pelaksanaan Rekayasa Ulang
Proses Bisnis (Business Process Reengineering / BPR)
1)
Pendekatan
perancangan ulang secara sistematis (systematic
redesign)
2)
Pendekatan
“kertas kosong” (clean sheet).
b. Tahapan-tahapan
Rekayasa Ulang
Tahapan Rekayasa
Ulang yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Memahami proses
yang berlangsung
2) Mengidentifikasi
titik lemah pada proses yang ada
3) Mencari peluang
pemakaian TI.
4) Membuat model
proses baru yang efisien.
c. Karakteristik
Rekayasa Proses Bisnis
Karakteristik BPR
menurut Hammer & Champy (1993):
1) BPR dilakukan
dengan menggabung beberapa pekerjaan menjadi satu.
2) Karyawan-karyawan
diberi wewenang untuk mengambil keputusan.
3) Tahapan BPR dilakukan
dengan urutan semestinya, tetapi beberapa pendapat dilakukan bersamaan.
4) Proses-proses
mempunyai versi berganda.
5) Pekerjaan-pekerjaan
dapat dilakukan di tempat-tempat yang dipandang beralasan.
6) Pengendalian dan
pengecekan dan pekerjaan-pekerjaan tambahan lainnya yang tidak memberikan nilai
tambah diminimalkan.
7) Rekonsiliasi
diminimalkan.
8) Suatu titik kontak
tunggal disediakan untuk pelanggan.
9) Gabungan operasi
terpusat dan terdesentralisasi digunakan.
Agile competition adalah kemampuan perusahaan untuk beroperasi untung dalam
lingkungan kompetitif yang mencakup perubahan preferensi pelanggan, kondisi
pasar, dan kesempatan bisnis yang berlangsung secara terus menerus dan untuk
predictable.
a. Pelanggan
Fokus ke pelanggan adalah kunci utama untuk sukses dalam persaingan
bisnis yang semakin ketat terutama di dalam e-Bisnis. Pelanggan biasanya ingin
berbisnis secara kontinu berdasarkan aspek kecepatan, kemudahan,
personalisasi/individu, dan harga.
b. Sumber Daya Manusia dan Masa Kini
Kunci utama selanjutnya adalah karyawan. Karyawan merupakan aset
berharga bagi setiap perusahaan. Kunci keberhasilan kerja perusahaan tergantung
pada karyawan itu sendiri. Dengan merekrut karyawan smart dan mempunyai
knowledge akan menghasilkan keputusan bisnis strategis yang smart pula. Itu
semua membuat proses kerja (rantai nilai) yang semakin efisien.
c. Teknologi Informasi
Perusahaan tanpa teknologi informasi dapat dipastikan lambat laun akan
ketinggalan. Teknologi informasi akan “membuka” kreativitas dan fleksibilitas
untuk inovasi produk/jasa di masa depan. Teknologi informasi dapat
menghubungkan perusahaan dengan pelanggan (melalui internet, mobilephone, PDA,
dan lain – lain), partner kerja (melalui jaringan EDI, internet, dan lain –
lain), bahkan menghubungkan dan memperkuat para karyawan itu sendiri. Akhirnya,
teknologi informasi akan menangkap dan menciptakan nilai bisnis yang lebih pada
setiap tingkatan di suatu organisasi sebagai berikut.
1) Pada lini bawah: menyelesaikan banyak pekerjaan
dengan lebih cepat.
2) Pada lini atas: menciptakan new values dari aset
organisasi yang sudah ada maupun yang baru ada (knowledge management).
a. Enterprise Teknologi
Informasi
Teknologi informasi
dibutuhkan informasi untuk memusatkan suatu kegiatan bisnis, melakukan bisnis
dengan baik dan benar, serta menciptakan kreativitas (inovasi) baru atau nilai
baru. Berikut ini tantangan baru teknologi informasi sebagai pusat bisnis:
1) Menghubungkan
organisasi maya (The Virtual Company).
2) Adaptasi terhadap
perubahan bisnis secara cepat.
3) Menghantarkan nilai
baru dari lini atas lini bawah dalam suatu organisasi.
b. Perkembangan
Organisasi Maya
Organisasi maya
adalah suatu perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk
menghubungkan (link) orang, aset, dan pemikiran (knowledge) dari berbagai rekan bisnis, sumber
daya manusia tanpa batas ruang, jarak, dan waktu dalam mengeksploitasi
kesempatan bisnis.
c. Implikasi,
Tantangan, dan Perubahan
Digitalisasi arus
informasi adalah tujuan utama integrasi dan organisasi maya. Jika dahulu data
atau informasi tersebar menjadi “pulau informasi”, tugas integrasi adalah
menyatukan dan menghubungkan “pulau informasi” tersebut. Dengan adanya gabungan
serta keanekaragaman aplikasi itu, dituntut pula suatu media untuk
standarisasi, yaitu internet. Protokol internet dapat digunakan secara global.
Akan tetapi, timbul masalah dan konflik untuk penyatuan itu sebagai berikut:
1) Sistem yang ada
tidak di desain untuk bekerja secara bersama – sama.
2) Proses kerja antar
aplikasi yang tidak berkesinambungan.
3) Biaya integrasi
mahal dan memerlukan waktu yang lama sangat berisiko untuk gagal.
4) Hanya terfokus pada
efisiensi dan terlalu banyak cost cutting.
5) Tidak terlalu
memperhatikan sudut pandang konsumen (pelanggan).
d. Virtual Private
Networking
VPN adalah sebuah
teknologi untuk menciptakan koneksi aman antara dua buah bagian pada jaringan
privat yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai sarana komunikasinya
sehingga biaya koneksi dapat ditekan seminimal mungkin. VPN ditempatkan pada
kedua ujung segmen dari jaringan privat yang saling terhubungi.
Digunakan dua
teknologi utama, yaitu tunneling dan
enkripsi. Tunneling adalah teknologi
yang membuat semacam jalur khusus bagi dua buah segmen jaringan (lorong) untuk
melewatkan paket data. Sistem itu akan memperkecil terjadinya penyadapan.
Enksripsi adalah teknologi untuk mencapai mengacak kode data. Apabila kode data itu tertangkap oleh pihak lain, data akan dapat diakses secara utuh dan sempurna.
e. Strategi Untuk
Organisasi Maya
1) Sharing
infrastruktur dan risiko.
2) Adanya link
antarberbagai kompetensi utama.
3) Mengurangi
“concept-to-cash time” melalui sharing.
4) Meningkatkan
fasilitan dan cakupan pasar.
5) Adanya akses ke
pasar baru atau memperoleh loyalitas pelanggan.
Banyak perusahaan saat inni
hanya bisa menyadari keuntungankompetitif yang tetap ada jika mereka menjadi
perusahaan knowledge-creating. Hal itu berarti secara konsisten menciptakan pengetahuan bisnis
baru, menyebarkanya di seluruh perusahaan,
dan dengan cepat membangun pengetahuan yang baru ke dalam produk dan layanan mereka. Perusahaan knowledge creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan. Satu adalah pengetahuan
yang eksplisit, yakni berupa data, dokumen,
dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam komputer. Lainnya adalah pengetahuan yang sifatnya
diam-diam (tacit), atau “how-tos”, yang berada di dalam diri pekerja.
Pengetahuan tacit terkadang bisa menggambarkan
beberapa informasi yang paling penting dalam sebuah organisasi.
Manajemen pengetahuan dapat dianggap
sebagai tiga tingkatan yang terdiri atas
teknis, teknologi, dan sistem yang mempromosikan pengumpulan,
pengorganisasian, pengaksesan, pembagian, dan penggunaan pengetahuan akan
lingkungan kerja dan perusahaan.
a. Document management:
Mengakses dan
menerima dokumen yang tersimpan secara online.
b. Informasi, kreasi, pembagan, dan manajemen:
1) Menangkap dan mendistribusikan cerita dari para
pakar.
2) Manajemen informasi yang real-time.
3) Komunikasi dan kolaborasi
4) Penciptaan konten yang baru
c. Kecerdasan perusahan :
1) Meningkatkan “know-how” di organisasi
2) Dukungan kinerja
3) Berinteraksi dengan basis data operasional
4) Membangun jaringan para pakar




No comments:
Post a Comment